Proses Pembatikan

Menurut tutur masyarakat dulu nyai ageng Sabirah dan para perajin sekitar sebelum pembatikan melakukan ritual dulu. Ada yang puasa 3 hari, ada yang satu minggu, ada yang satu bulan ada yang 40 hari. Setelah melakukan puasa ini perajin melakukan pertapaan/ nyepi dengan tujuan mendapatkan inspirasi/ ilham, sehingga suatu ketika atau secara tiba-tiba tidak tersadari mendapat gambaran/ bayangan motif batik yang akan dibuat. Biasanya motif tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang ada dan memberikan pesan moral pada masyarakat. Dan ada juga menunjukkan latar belakang si perajin itu sendiri. Jadi setiap motif batik ada maksud dan tujuan yang diharapkan pembatik. Atau ada pesan-pesan yang terkandung didalam motif tersebut. Bahan-bahan batik terdiri, 1) mori (mori primisma, prima, biru, blaco, voilissima, santung sutera dll), 2) lilin batik (lilin klowong, lilin tembok, lilin biron), 3) zat warna batik (Napthol, garam diazo, rapid, indigosol, remashol, asam clorida, natrium nitrit dll), 4) obat pembantu (TRO, soda abu, kanji, soda kostik dll).
Diantara prosesnya adalah:
- Mori diolah menjadi mori matang. Caranya mori direbus dengan 15 l air dengan soda abu setelah mendidih mori diaduk-aduk samapai 1 jam, kemudian dicuci bersih, dianji, dijemurterus dikemplong/ disetrika siap diproses batik tujuannya adalah supaya kain bisa dengan mudah dimalam secara sempura dan mempermudah proses pelorodan.
- Proses pendesainan. Proses ini adalah membuat gambar motif di kertas sebelum digambar di kain (pola). Setalah digambar dikain proses seterusnya adalah decanting.
- Pencantingan. Kemudian setelah digambar, kain dicantingi sesuai desain gambar kain.
- Nerusi. Nerusi ini memberikan titik-titik pada motif.
- Nemboki. Setelah decanting dengan malam, kain ditembok dengan malam penuh. Penembokan kain ini untuk membuat motif retak/ motif remek pada kain. Motif remek ini mencirikan kekhasan batik bakaran.
- Medel. Medel ini adalah memberi warna dasar biru pada kain. Medel ini adalah nyelup merendam kain dalam air yang sudah diberi warna sampai beberapa kali, warna dasar biru.
- Pencoletan. Pencoletan ini merupakan pemberian warna bervariasi, ada yang setelah diwedel ada yang langsung.
- Dilorod, dicuci bersih, dikanji tipis lalu dijemur.
- Dibironi (ditutup warna-warna yang tetap dengan lilin).
- Nyogo (diwarna kedua). Nyogo adalah pemberian warna sogo. Warna sogo bakaran adalah warna cokelat klasik. Warna ini merupakan warna klasikknya bakaran. Diantara warna klasiiknya bakaran adalah warna putih, hitam dan cokelat. Secara umum makna soga adalah pemberian warna yang kedua (dicelup dengan napthol/ indigosol/ yang lainnya).
- Setelah pewarnaan selesai, kain diberi obat pengunci warna supaya tidak luntur atau pudar warnanya.
- Langkah terakhir adalah Ngolrod. Melorod atau menghilangkan malam pada kain yang sudah terwarna. Pelorodan ini dengan menggodok kain di air yang mendidih yang sudah dikasih obat pelorodan.
- Setelah dilorod kain dikeringkan dan sudah bisa dinikmati motifnya.



