Rss Feed Tweeter button Facebook button
SELAMAT DATANG DI WEBSITE "YUWANA BATIK" | Konsultasi | Pelatihan | Pemesanan | Wisata Budaya
  • Welcome

    Batik Bakaran Sudah Terpatenkan

    Batik ini merupakan wujud ekspresi masyarakat pesisir Pati. Sehingga corak motifnya memperlihatkan karakter masyarakat. Tergolong ada 2 jenis motif batik bakaran, yakni motif klassik dan motif terkini atau modern. Motif Klasik adalah batik yang motifnya abstrak dan berupa simbol-simbol yang mempunyai cerita unik dalam pembuatannya. Batik klassiknya bakaran ...

    Selengkapnya >>

  • Proses Pembatikan Batik Bakaran

    Proses Pembatikan

    Menurut tutur masyarakat dulu nyai ageng Sabirah dan para perajin sekitar sebelum pembatikan melakukan ritual dulu. Ada yang puasa 3 hari, ada yang satu minggu, ada yang satu bulan ada yang 40 hari. Setelah melakukan puasa ini perajin melakukan pertapaan/ nyepi dengan tujuan mendapatkan inspirasi/ ilham, sehingga suatu ketika atau ...

    Selengkapnya >>

  • Sejarah Batik Bakaran

    Sejarah Batik Bakaran

      Tutur Masyarakat Keterampilan membatik tulis bakaran di Desa Bakaran Wetan inu punya sejarah yang melegenda. Keterampilan itu tak lepas dari buah didikan Nyi Banoewati, penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit pada akhir Kerajaan Majapahit abad ke-14 M. Waktu itu, Kerajaan Majapahit diambang keruntuhannya karena wilayahnya sudah hampir dikuasahi oleh ...

    Selengkapnya >>

1 2 3

Proses Pembatikan

Menurut tutur masyarakat dulu nyai ageng Sabirah dan para perajin sekitar sebelum pembatikan melakukan ritual dulu. Ada yang puasa 3 hari, ada yang satu minggu, ada yang satu bulan ada yang 40 hari. Setelah melakukan puasa ini perajin melakukan pertapaan/ nyepi dengan tujuan mendapatkan inspirasi/ ilham, sehingga suatu ketika atau secara tiba-tiba tidak tersadari mendapat gambaran/ bayangan motif batik yang akan dibuat. Biasanya motif tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang ada dan memberikan pesan moral pada masyarakat. Dan ada juga menunjukkan latar belakang si perajin itu sendiri.  Jadi setiap motif batik ada maksud dan tujuan yang diharapkan pembatik. Atau ada pesan-pesan yang terkandung didalam motif tersebut.  Bahan-bahan batik terdiri, 1) mori (mori primisma, prima, biru, blaco, voilissima, santung sutera dll), 2) lilin batik (lilin klowong, lilin tembok, lilin biron), 3) zat warna batik (Napthol, garam diazo, rapid, indigosol, remashol, asam clorida, natrium nitrit dll), 4) obat pembantu (TRO, soda abu, kanji, soda kostik dll).

Diantara prosesnya adalah:

  • Mori diolah menjadi mori matang. Caranya mori direbus dengan 15 l air dengan soda abu setelah mendidih mori diaduk-aduk samapai 1 jam, kemudian dicuci bersih, dianji, dijemurterus dikemplong/ disetrika siap diproses batik tujuannya adalah supaya kain bisa dengan mudah dimalam secara sempura dan mempermudah proses pelorodan.
  • Proses pendesainan. Proses ini adalah membuat gambar motif di kertas sebelum digambar di kain (pola). Setalah digambar dikain proses seterusnya adalah decanting.
  • Pencantingan. Kemudian setelah digambar, kain dicantingi sesuai desain gambar kain.
  • Nerusi. Nerusi ini memberikan titik-titik pada motif.
  • Nemboki. Setelah decanting dengan malam, kain ditembok dengan malam penuh. Penembokan kain ini untuk membuat motif retak/ motif remek pada kain. Motif remek ini mencirikan kekhasan batik bakaran.
  • Medel. Medel ini adalah memberi warna dasar biru pada kain. Medel ini adalah nyelup merendam kain dalam air yang sudah diberi warna sampai beberapa kali, warna dasar biru.
  • Pencoletan. Pencoletan ini merupakan pemberian warna bervariasi, ada yang setelah diwedel ada yang langsung.
  • Dilorod, dicuci bersih, dikanji tipis lalu dijemur.
  • Dibironi (ditutup warna-warna yang tetap dengan lilin).
  • Nyogo (diwarna kedua). Nyogo adalah pemberian warna sogo. Warna sogo bakaran adalah warna cokelat klasik. Warna ini merupakan warna klasikknya bakaran. Diantara warna klasiiknya bakaran adalah warna putih, hitam dan cokelat. Secara umum makna soga adalah pemberian warna yang kedua (dicelup dengan napthol/ indigosol/ yang lainnya).
  • Setelah pewarnaan selesai, kain diberi obat pengunci warna supaya tidak luntur atau pudar warnanya.
  • Langkah terakhir adalah Ngolrod. Melorod atau menghilangkan malam pada kain yang sudah terwarna. Pelorodan ini dengan menggodok kain di air yang mendidih yang sudah dikasih obat pelorodan.
  • Setelah dilorod kain dikeringkan dan sudah bisa dinikmati motifnya.

Yuwana Batik Canting Bakaran ”Yuwana Batik”

Adalah produk batik yang dikembangkan oleh forum komunikasi pemuda peduli batik bakaran. Melayani motif yang tersedia, motif klassik dan terkini. Kualitas terjamin, seni tinggi, menerima pesanan, desain, memberikan pelatihan, menerima konsultasi perbatikan, memberikan informasi data-data dan sejarah, dan lain sebagainya. Bila bapak, ibu, saudara semua , pecinta dan penikmat batik ingin mencari info.

Supported
User Online
Users: 5 Guests
Customer Visitor
Visits today: 4